Penyaluran BPNT

Hari ini Desa Bualgung menyalurkan BPNT dari Pemerintah Pusat sebanyak 208, dan hari ini telah tersalurkan dnegan baik. (sw2018)......

done  Selengkapnya

Kunjungan Wakil Bupati Bany

Biarpun Desa Buluagung paling ujung akan tetapi kesejahteraan para masyarakatnya sangat baik, terbukti dalam Kunjungan wakil Bupati Bapak Widiyatmoko, SH.MSi. sangat salut akan pelayanan yang ada di D ........

done  Selengkapnya

Bersih Desa

Dalam rangka nguri nguri kabudayaaan jawi, Pemerintah Desa Buluagung mengadakan Bersih desa yang diadakan setiap tahun sekali guna untuk keselamatan dan kesejahteraan Desa. dan melestarikan budaya jaw ........

done  Selengkapnya

Lomba KRPL Tahun 2018

Lomba KRPL yang diadakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018, yang bertempat Di Desa Buluagung tepatnya di Dusun Purwosari sangat meriah. (sw2018)......

done  Selengkapnya

Lomba Desa Tingkat Kabupate

Lomba Desa yang diselenggarakan oleh Kabupaten Banyuwangi yang diiukuti oleh semua Desa yang ada di Banyuwangi, tak ketinggalan juga Desa Buluagung ikut dalam acara tersebut.(sw2018)......

done  Selengkapnya

Desa Buluagung mempunyai La

Desa Buluagung dalam membangun Desa gak tanggung tanggung dalam membangun kemajuan desa salah satu diantaranya yaitu membangun Lapangan Futsal yang dipergunakan untuk fasilitas umum. dan dapat dipergu ........

done  Selengkapnya

INFORMASI STRUKTUR PEMERINTAHAN DESA BULUAGUNG

KEPALA DESA

IPONG DERMAWAN, SH



SEKERTARIS DESA

FATKHUR ROHMAN


KAUR KESRA

TUTUT USFANIATI

KAUR PEMERINTAHAN

SYAMSURI, SH

KAUR PEMBANGUNAN

FREDY EKO SUSANTO

KAUR KEUANGAN

SRI HARIYANTI

KAUR UMUM

SLAMET WIDODO


KEPALA DUSUN


ANWARRUDIN
KEPALA DUSUN


SALAMUN
KEPALA DUSUN


MITRO SULIHTIONO
KEPALA DUSUN


SAMEKTO

No Nama Jabatan No RT/RW Alamat

Desa Buluagung, adalah nama sebuah Desa yang terletak paling ujung selatan di wilayah Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi, wilayah Desa Buluagung sangat luas, luasnya kurang lebih ..... dengan jumlah penduduk yang hampir 9000 Jiwa dengan batas- batas Desa sebelah Utara berbatasan Desa Siliragung, sebelah Barat berbatasan Desa Pesanggaran, Sebelah Selatan Perbatasan dengan Laut ( samudra Indonesia ) sebelah Timur berbatasan dengan Hutan Jati ( Sungai Bango ). Desa Buluagung dibagi menjadi 4 Dusun, Dusun Krajan, Dusun Sidorukun, Dusun Pecemengan dan Dusun Purwosari.

Tanah yang sangat subur ditunjang dengan penduduknya yang sangat giat- giat dan Rajin bekerja, yang mayoritas Penduduk Desa Buluagung pekerjaanya adalah sebagai Petani, Seiring dengan kemajuan Ilmu pengetahuan, Dengan Mayoritas penduduk yang berpencaharian sebagai Petani maju, dikatakan petani Maju karena Masyarakatnya mayoritas Menanam Produk produk Unggulan dibidang pertanian, seperti menanam Melon, Cabe, Jeruk, Buah Naga, dll, sehingga masyarakatnya tergolong masyarakat yang Sukses dan makmur.

Selain dibidang Pertanian masih banyak lagi Potensi-potensi yang ada di Buluagung diantaranya Potensi di Bidang Anyam- anyaman dari bambu dan potensi dibidang Pariwisata ROWO BIRU,  Pariwisata Rowo Biru adalah satu satunya potensi Pariwisata yang sangat menjanjikan  yang berada di Desa Buluagung dan satu- satunya yang ada di Wilayah Kecamatan Siliragung, tetapi sangat disayangkan potensi yang sangat luar biasa itu belum tersentuh dengan baik.

Lewat gerakan Desa Mandiri yang di Prakarsai oleh kepala Desa Buluagung ( Ipong Dermawan, SH ) diharapkan Masyarakat Buluagung Mampu bersaing dengan Desa lain, sehingga Buluagung kedepanya bisa lebih.

yang terletak di  sebuah desa yang sangat subur masyarakatnya sangat makmur Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi,. Jalan lebar sekitar 12 meter, dengan aspal yang mulai rusak di beberapa titik. Rumah-rumah cukup besar dengan pekarangan luas nan rimbun di samping kanan kiri jalan.

Melihat balai desa yang megah, kita berhenti dan masuk ke dalam. Dari halaman tampak dua orang staf kantor desa bergegas pulang untuk shalat jumat. “Pak Kades rapat d kecamatan, dan semuanya sudah pulang, “kata pria, staf kantor desa itu.

Memasuki lebih jauh ke dalam desa, di Dusun Krajan, Sidorukun, Pecemengan, dan Purwosari, membentang hijau tanaman padi di beberapa bagian desa. Selain itu ada pula tanaman jagung, semangka, melon, jeruk, Lombok, dan sebagainya.

Namun memasuki jalan di Kampung Karangsari, Dusun Purwosari, yang relatif terpencil, kita menemukan jalan makadam yang sudah hancur dan bergelombang. Rumah-rumah terbuat dari kayu dan gedhek. Beberapa diantaranya sudah reyot. Namun hampir di semua rumah terdapat antene parabola.

“Hanya dengan antene parabola, warga disini bisa menangkap siaran televisi yang menjadi hiburan utama warga di sini,”ujar Ponidi (55 tahun).

Ponidi berkisah, warga di Kampung Karangsari adalah para pekerja di hutan. Mereka termasuk warga Desa Buluagung. Tanah yang mereka tempati adalah tanah kas desa.

Awalnya mereka adalah pendatang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, dan sebagainya. Mereka adalah pekerja di hutan dan tinggal di hutan-hutan. Namun pada tahun 1965, karena alasan kemanusiaan, Bupati Banyuwangi saat itu Joko Supaat dam Kades Paidi sepakat menampung mereka menempati tanah kas desa.

“Masing-masing luasnya 400 meter persegi, dan saat ini ada sekitar 60-an rumah, “ujar Ponidi, yang tinggal di desa itu sejak kecil bersama orangtuanya.

Kades Buluagung, Ipung Darmawan (32 tahun) membenarkan keberadaan warga di kampung Karangsari. Sebagian besar dari mereka memang warga yang tidak mampu. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun bagi yang mampu, mereka mebeli tanah di tempat lain dan membangun sebuah rumah sebagai tempat tinggal.

“Tolong disampaikan Mas, kalau ada program bedah rumah dari pemerintah dapat dialokasikan untuk memperbaiki rumah tidak layak huni di tempat itu, “ujar kades termuda di Banyuwangi it.

Lebih jauh, Ipung mengungkapkan, masih banyak yang harus dibenahi di desanya. Setiap musim kemarau warganya selalu kesulitan air bersih, keperluan rumah tangga. Demikian juga pada musim kemarau warga terpaksa mengairi sawah dari sungai Kaliputih dengan menggunakan pompa air.

Menurut Ipung, juga di Rowo Biru dieksplorasi, maka dapat memenuhi kebutuhan air bersih di desanya serta wilayah Kecamatan Siliragung dan sekitarnya. Saat ini yang dibutuhkan, kata Ipung, pipanisasi untuk menyebarkan air itu lebih luas dan merata.

Selama musim kemarau, beberapa warga terpaksa membeli air bersih Rp 1.000/gallon. Selain itu ada juga yang mengambil dari sumber air di Rowo Biru yang jaraknya sekitar 5-6 Km. Meski hanya beberapa meter dari laut, air Rowo Biru sangat jernih dan tawar.

Selain air bersih, masih banyak jalan desa yang mulai rusak. Selain itu, banyak juga jalan lingkungan yang belum dirabat atau paving. Bahkan di beberapa tempat, kalau musim hujan becek dan di musim kemarau berdebu.

Ipung juga mengutarakan, desanya memiliki mesin pembuat biodiesel bantuan Dinas Kehutanan. Namun alat itu kini mangkrak, karena terkendala biaya operasi yang mahal. Alat itu digunakan untuk proses produksi biodiesel dari buah pohon Nyamplung yang tumbuh subur di Desa Buluagung dan sekitarnya.

“Agar mencukupi biaya produksi, minyak biodiesel pohon Nyamplung dijual dengan harga Rp Rp 8-9 ribu per liter, sedangkan solar atau bensin Rp 4.500 per liter,”kata Ipung, berdalih.

(Majalah Derap Desa, Edisi XLII, April 2011)

Link Sistem Informasi

Vote Layanan Publik

Kurang Puas : 4 %
Puas : 1 %
Sangat Puas : 16 %

Bagaimana penilaian anda terhadap pelayanan berbasis IT pada Desa Buluagung

Contact Details

  Alamat :   DUSUN SIDORUKUN
  Email : buluagungsiliragung@gmail.com
  Telp. : (0333) 710514
  Instagram : buluagungsiliragung@gmail.com
  Facebook : buluagungsiliragung@gmail.com
  Twitter : buluagungsiliragung@gmail.com


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi